RESUME NERACA LAJUR

  1. NERACA LAJUR
    Sebelum membuat laporan keuangan perusahaan secara manual, dapat menggunakan alat pelaporan keuangan yang disebut neraca lajur. Neraca lajur adalah suatu daftar yang digunakan secara khusus untuk mencatat semua data-data akuntansi, menyesuaikan dan menggolongkan saldo-saldo perkiraan secara sistematis. Neraca lajur bukanlah alat akuntansi yang harus dibuat sebelum menyiapkan laporan keuangan. Media ini tidak wajib bagi akuntan dalam siklus akuntansi. Kolom neraca hanyalah alat bagi akuntan untuk menyusun laporan keuangannya. Neraca lajur tidak dapat menggantikan laporan keuangan dan bukan bagian dari laporan keuangan, akan tetapi sebagai alat informal untuk mengumpulkan dan mengklasifikasikan informasi yang diperlukan untuk menyiapkan laporan keuangan.
    Penyesuaian dengan menggunakan neraca lajur memberikan jaminan yang cukup besar bahwa rincian informasi akuntansi akhir periode dan penyusunan laporan keuangan telah diperhitungkan dengan sesuai.
    Dalam menyusun neraca lajur, terdapat 3 informasi yang wajib dicantumkan agar yaitu:
    1.Estimasi saldo yang ada sebelum membuat jurnal penyesuaian.
    2.Perkiraan isi atau informasi pada jurnal penyesuaian.
    3.Estimasi saldo perusahaan pasca jurnal penyesuaian.
  2. TUJUAN NERACA LAJUR
    1.Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
    Tujuan yang pertama dari neraca lajur sendiri yaitu memudahkan penyusunan laporan keuangan agar data yang digunakan sesudah tersusun secara sistematis.
    Laporan ini menggolongkan data yang berasal dari buku besar, sehingga bentuknya lebih ringkas tanpa harus mengumpulkan data pembukuan dari awal.
    2.Untuk meringkas semua informasi dan neraca saldo, data penyesuaian, dan neraca saldo setelah mencatat data-data penyesuaian yang merupakan persiapan penyusunan laporan keuangan.
    Tujuan yang kedua yaitu meringkas semua informasi data keuangan perusahaan mulai dari jurnal hingga saldo sudah diposting buku besar.
    Banyaknya data dalam buku besar dapat menyulitkan dalam pembuatan laporan keuangan. Sehingga hal ini bisa diatasi dengan pembuatan neraca lajur.
    Data yang terdapat dalam neraca lajur sudah dapat mewakili bagaimana kondisi keuangan perusahaan dalam satu periode.
    3.Untuk memudahkan menemukan kesalahan didalam jurnal penyusunan
    Tujuan yang terakhir yaitu untuk memudahkan menemukan kesalahan tau meminimalisir kesalahan. Format neraca lajur yang ringkas memudahkan para penggunanya untuk memahami data dalam laporan sehingga dapat meminimalisir kesalahan kedepannya.
  3. BENTUK NERACA LAJUR
    Laporan posisi keuangan lajur dapat terdiri dari 2 yaitu:
  4. 10 kolom + 1 kolom keterangan
    Bentuk ini yang lazim digunakan dalam praktik
    •Kolom ke 1 & 2 : berisi daftar saldo yang belum disesuaikan
    •Kolom ke 3 & 4 : berisi penyesuaian beberapa transaksi yang tepat
    •Kolom ke 5 & 6 : berisi daftar saldo yang telah disesuaikan
    •Kolom ke 7 & 8 : berisi laporan laba rugi
    •Kolom ke 9 & 10 : berisi laporan perubahan ekuitas/neraca
    •Kolom keterangan : berisi nama-nama akun yang ada pada buku besar
  5. 12 kolom + 1 kolom keterangan
    •Kolom ke 1 & 2 : berisi daftar saldo yang belum disesuaikan
    •Kolom ke 3 & 4 : berisi penyesuaian beberapa transaksi yang tepat
    •Kolom ke 5 & 6 : berisi daftar saldo yang telah disesuaikan
    •Kolom ke 7 & 8 : berisi laporan laba rugi
    •Kolom ke 9 & 10 : berisi perubahan modal
    •Kolom ke 11 & 12 : berisi laporan perubahan ekuitas/neraca
    •Kolom keterangan : berisi nama-nama akun yang ada pada buku besar
  6. PROSES PENYUSUNAN NERACA LAJUR
    Pada bagian hendaknya dituliskan nama perusahaan , tulisan neraca lajur dan periode neraca lajur tersebut. prosedur yang harus dilakukan untuk menyusun neraca lajur terdiri dari 6 langkah, yaitu:
  7. Masukkan saldo-saldo akun buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada formulir neraca lajur. Nama-nama akun dan saldo-saldo akun pada buku besar disalin dalam kolom neraca saldo. Dalam praktik, jumlah-jumlah ini dapat disalin langsung dari buku besar, sebab apabila harus disusun dahulu daftar-daftar saldo dalam bentuk neraca saldo secara khusus, maka akan terjadi pekerjaan ulang.
  8. Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dala kolom penyesuaian.
    Dalam praktik pembuatan neraca lajur dapat dilakukan lebih dahulu dan menuliskan penyesuaian yang diperlukan dalam kolom penyesuaian yang telah dibuat dalam neraca lajur. Pembuatan ayat-ayat jurnal penyesuaian yang formal dalam buku jurnal, justru dibuat dengan mengutip penyesuaian yang telah dibuat dalam neraca lajur. Hal ini biasanya dipandang lebih menjamin kebenaran pembuatan jurnal penyesuaian.
  9. Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
    Tiap-tiap saldo akun yang tercantum dalam kolom neraca saldo, digabungkan dengan angka yang tercantum dalam kolom penyesuaian, dan jumlah ini kemudian dicantumkan dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Apabila di dalam kolom penyesuaian tidak ada angka yang perlu disesuaikan, maka dalam kolom neraca saldo dipindahkan ke dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan tanpa perubahan.
  10. Memindahkan jumlah-jumlah di kolom-kolom dengan hasil saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom-kolom laba dan rugi atau kolom-kolom neraca.
    Langkah pembuatan neraca lajur berikutnya adalah memindahkan saldo-saldo akun aset utang, modal dan prive ke dalam kolom neraca dan memindahkan saldo-saldo akun beban dan pendapatan ke dalam kolom laba rugi di dalam neraca lajur. Proses pemindahan ini dilakukan mulai dari akun yang dicantumkan paling atas di dalam neraca lajur.
  11. Menjumlahkan kolom-kolom laba rugi dan kolom-kolom neraca, memasukkan angka laba bersih atau rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan sekali lagi menjumlahkan kolom-kolom tersebut.
    Laba bersih atau rugi bersih untuk suatu periode ditentukan dengan cara menghitung selisih antara jumlah sisi debit dan jumlah sisi kredit pada kolom laba rugi. Jika mengalami laba maka jumlah laba bersih dimasukkan ke dalam sisi debit pada kolom laba rugi sebagai angka pengimbang dan juga pada baris yang sama dimasukkan ke dalam sisi kredit kolom neraca. Dan sebaliknya jika terjadi rugi maka angka rugi bersih dimasukkan ke dalam sisi kredit kolom laba rugi sebagai angka pengimbang dan juga pada baris yang sama dimasukkan ke dalam sisi debit kolom neraca.
    Langkah terakhir adalah menjumlahkan kembali kolom laba rugi dan kolom neraca. Jumlah sisi debit dan jumlah sisi kredit kedua kolom tersebut harus sama.
  12. Mengisi kolom perubahan modal.
    Untuk neraca lajur 12 kolom terdapat akun perubahan modal. Untuk mengisi kolom ini perlu diperhatikan pada kolom neraca saldo disesuaikan. Pada kolom ini akun modal pada sisi kredit, selain itu akun prive masuk pada kolom debit. Dan langkah berikutnya yaitu menjumlahkan semua angka pada masing-masing kolom, dan juga memasukan laba bersih/ rugi yang sudah terdapat pada kolom laba-rugi. Jika terjadi keuntungan maka diletakkan pada sisi kredit, dan sebaliknya apa bila terjadi kerugian diletakkan pada sisi debit. Selanjutnya yaitu menjumlahkan kedua kolom tersebut (debit dan kredit).
    selanjutnya yaitu mencari angka pengimbang antara kolom debit dan kredit yang biasa disebut dengan modal akhir. Untuk neraca lajur10 kolom tidak terdapat modal akhir. Dan untuk neraca lajur 12 kolom ini modal akhir ini nantinya ditambahkan pada kolom neraca.
    Langkah terakhir yaitu menjumlahkan kedua pasang kolom tersebut dan hasil masing-masing kolom harus sama. Tetapi jumlah angka pada kolom perubahan modal dan neraca tidak sama.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai